memasuki usia remaja bagi anak anak adalah masa masa akan haus pengetahuan dan keinginan unutk mencoba, ditambah energi muda yang begitu besar menjadikan anak anak remaja sepertinya tidak pernah kehabisan tenaga untuk beraktifitas setiap harinya, dengan mengexplrasi berbagai hal baru yang menarik bagi mereka.

sayangnya di kondisi saat ini dimana era digital dan informasi yang begitu cepat dan deras dapat diakses oleh para remaja dengan mudah baik yang posotif maupun yang negatif melalui gadget (smartphone) yang saat ini sudah lumrah dimiliki oleh anak anak usia remaja.

tentu saja hal ini mejadi tantangan para orang tua dalam membimbing dan mendidik anak anak remajanya mengingat tantangan begitu besar bagi orang tua jika tidak bisa mengikuti perkembangan informasi dan juga memberikan arahan kepada anak remajanya.

berbagai kasus dapat negatif dari era sosial media dan digital banyak kita temukan kasus kasus yang menimpa remaja kita, seperti kasus narkoba, free sex dan pergaulan bebas yang menjerat anak anak remaja dampak dari tidak mampu menyaring informasi sosial media dan sangat disayangkannya tidak sepenuhnya terpantau oleh orang tuanya

Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter pada anak usia remaja menjadi sangat penting pada saat ini, jika anak tidak punya karakter yang kuat dan baik akan mudah terbawa arus pergaulan yang salah dari informasi sosial media yang begitu gencar, anak remaja yang mempunyai karakter cendrung lebih mudah menilai sebuah informasi dan fenomena yang terjadi dan akhirnya dapat memutuskan pilihan sikapnya dengan baik .

pendidikan karakter dimulai dari rumah, dimana kedua orang tua dapat mengkondisikan rumah dan keluarganya sedari dini kepada anak anaknya bagaimana kedua orang tua memberikan contoh dan teladan yang bagi bagi anak anaknya, sehingga kesan positif melekat kepada memori anak dan menjadi prilaku sehari hari.

jika situasi di dalam keluarga sendiri tidak menjadi contoh bagi anak anak, atau anak anak tidak menjadi betah dirumah maka dia akan mencotoh kehidupan diluar sana yang jauh lebih tidak terkontrol bagi orang tuanya, oelh karennya menciptakan lingkungan yang baik di dalam rumah dan keluarga juga lingkungan terdekat anak anak menjadi tanggung jawab kedua orang tua sebelum anak anak dititipkan kepada sekolah atau lembaga pendidikan baik formal maupun tidak formal

perlakukan anak mu sebagai raja pada usia balita, dan sebagai prajurit ketika usia remaja, dan perlakukan sebagai teman ketika dia dewasa.

– Imam Ali

perlu juga bagi kedua orag tua untuk menstimulus anak anaknya melatih atau memasukan kedalam sebuah sistem yang membuat anak anak belajar dengan cepat dan menyenangkan namun memberikan dampak positif bagi perubahan karakter anak, contohnya dengan mengikutkan kegiatan outbound training karakter building

Outbound Training

Outbound Training sendiri adalah cara atau metode pembelajaran berbasis learning by doing atau base experient. belajara dari pengalaman lebih mudah ditangkap oleh pembelajar atau peserta outbound training, apalagi dengan kegiatan di luar ruangan atau outdoor memberikan kesan bahwa itu bukanlah belajra tapi bersenang senang

kami melayani kegiatan Outound Training

pendidikan karakter melalui kegiatan outbound

bagi para pembaca yang berminat pada kegiatan outbond training dapat menghubungi sekertariat yayasan atau kontak person kami, dengan pengalaman dan networking yang ada kami berpengalaman melakukan kegiatan pendidikan berbasis terapan atau outbound.